![]() |
| Ketua Komisi VI DPR Aceh Tgk. H. Irawan Abdullah (Foto : Ist) |
BANDA ACEH - Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pendidikan telah menjadwalkan proses pendidikan belajar mengajar di sekolah untuk tahun ajaran baru 2020/2021 yang akan dilaksanakan mulai 13 Juli 2020.
Meskipun kabar tersebut disambut baik oleh masyarakat, namun disisi lain khususnya para wali siswa masih khawatir dengan kondisi saat ini, yang mana Virus Corona tidak bisa dideteksi kapan dan dimana terjadinya.
Oleh karena itu, Ketua Komisi VI DPR Aceh Tgk. H. Irawan Abdullah meminta agar Pemerintah Aceh dapat memastikan proses pendidikan tersebut sudah harus berjalan dengan maksimal.
Irawan menyebutkan, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan kepastiannya itu, yaitu yang pertama sistem pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. "Kedua yaitu kebutuhan anggaran mengingat bahwa masih banyak sekolah yang tidak mempunyai anggaran cukup untuk melangsungkan proses pembelajaran, sehingga perlu dipastikan ketersediaan alokasinya," Sebutnya.
Adapun bagi sekolah yang masih belajar secara daring atau belajar dari rumah, Mantan anggota DPRK Aceh Besar periode 2004-2019 mengharapkan materinya yang harus lebih serius sehingga anak-anak dapat memanfaatkan waktu secara maksimal.
Andalkan Dana BOS
Meskipun juga ditemukan banyaknya sekolah yang menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Tgk. H. Irawan Abdullah menjelaskan bahwa dana BOS yang tersedia di sekolah tidak cukup untuk mengadakan alat-alat yang sesuai dengan protokol kesehatan dalam mekanisme proses pembelajaran tatap muka pada masa 'new normal' pandemi Covid-19.
Alat-alat kesehatan ini meliputi adanya tempat cuci tangan, Termo Gan, masker dan keperluan lainnya. “Kami minta pemerintah untuk segera menyediakan anggaran penunjang pendidikan di masa pandemi ini. Sehingga sekolah bisa fokus dan proses belajar mengajarnya pun dapat berlangsung maksimal,” Tegas Irawan.
Sebelumnya dalam forum pertemuan dengan pemerintah Aceh tanggal 25 Juni 2020 dan 6 Juli 2020 di Dinas Pendidikan Aceh yang membahas tentang kesiapan pembelajaran di masa new normal, Irawan juga telah mengingatkan pemerintah agar anggaran tersebut diprioritaskan pada plot dana Gugus Covid-19 Pemerintah Aceh atau dialokasikan dalam APBA Perubahan (APBA P) tahun 2020.
Anggora DPRA Dapil 1 ini berharap agar pemerintah Aceh lebih serius dan pro aktif dalam menangani dan mensikapi masalah tersebut. Dengan demikian sekolah tidak merasa terbebani dan proses pendidikan pun akan berjalan lancar.
“Jadi harapan kami yang terpenting dan utama adalah agar proses pendidikan untuk anak-anak kita di Aceh dapat berjalan dengan baik dan maksimal." Tutup Irawan. (Rel)

0 Komentar