TANGSE - Pemerintah Kabupaten Pidie yang diwakilkan oleh Asisten II Setdakab Pidie, menggelar pertemuan bersama perangkat desa di kecamatan Tangse dalam rangka sosialisasi perencanaan pemasangan kawat pejut (Power Fencing), Senin (22/6).
Hadir dalam pertemuan tersebut yaitu, Camat Tangse, Kabid PKSDA DLHK Aceh M. Daud, Kepala BKSDA Aceh Agus Ariyanto, Direktur CRU ACEH drh. Wahdi Azmi, Perwakilan FFI Aceh Dedi Kiswayadi serta sembilan keuchik dalam lingkup Kecamatan Tangse.
Kabid PKSDA DLHK Aceh M. Daud menyebutkan, Power Fencing atau Pagar Listrik ini merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk penanggulangan konflik gajah dengan manusia jangka pendek.
"Alat ini dibangun menggunakan strategi kejut (efek psikologis) dari kawat yang dialiri listrik, dimana pagar listrik tersebut nantinya tidak akan menyebabkan kematian dan hanya menimbulkan shock terhadap satwa gajah," Sebut M. Daud.
M. Daud mengatakan, pembangunan Power Fencing di Kecamatan Tangse ini akan menjadi pilot project sebagai salah satu solusi penanganan konflik gajah liar di Provinsi Aceh.
"Sebagai tahap awal, pembangunannya akan dilaksanakan sepanjang 10 km yang akan berdampak positif pada 9 desa pada kawasan yang dilewati satwa gajah tersebut," Lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Keuchik dan Forkopimda Kecamatan Tangse berkomitmen untuk menjaga dan memelihara Power Fencing yang akan dibangun, sehingga dapat menjadi solusi yang konkrit dalam penyelesaian konflik satwa gajah dengan manusia di Kabupaten Pidie selama ini. (Rel)

0 Komentar